Miftah vs Penjual Es Teh dan Teddy Setkab vs Diplomat Dino Patti Djalal
Membedah Arogansi Kekuasaan dan Krisis Etika Pejabat Negara
Baca
Prabowonomics atau Korporatisme Negara?
Ketika Pasal 33 berisiko berubah menjadi pasal superholding.
Baca
Ke Mana Arah Pergerakan Nilai Tukar Rupiah?
Rupiah mengalami fenomena overshooting, yang dapat diamati pada pergerakan kurs rupiah per dolar AS sejak Januari 2026 hingga saat ini.
Baca
AI, Terobosan yang Bakal Jadi Monster Jika Telat Diregulasi
Sebuah penelitian ilmiah menunjukkan optimasi AI dalam industri justru akan membunuh perekonomian. Pengembang AI mengaku tengah "menciptakan monster", menciptakan tantangan bagi pemerintah untuk segera menciptakan regulasi untuk mengekangnya.
Baca
Hak Bicara dengan Mesin
"AI for All" tidak boleh sekadar jargon seminar. Ia adalah pilihan. Harus dieksekusi sadar. Pertanyaannya bukan lagi apakah mesin bisa bernalar. Pertanyaannya, siapa yang boleh ikut berbicara dengannya. Jawabannya, kalau kita mau, adalah semua orang.
Baca
Pemerintah Turunkan Pajak Royalti Penulis Jadi 1,5 Persen agar Indonesia Lebih Banyak Menerbitkan Buku
Kebijakan ini agar industri buku nasional lebih bergairah. Namun, pembajakan buku masih menghantui penulis.
Baca
Kasino dalam Saku: Krisis Moral dan Keamanan Digital Indonesia
Judi online (judol) telah menjadi katalisator bagi pecahnya krisis sosial yang lain yakni pinjaman online (pinjol) ilegal, kriminalitas, hingga kehancuran ekonomi keluarga.
Baca
Mengapa & Bagaimana Habibie Mengubah Kurs Rupiah dari 16.800 ke 6.500?
Episentrum krisis dahsyat 1998 justru ada di Jalan Thamrin, yakni Bank Indonesia (BI) di mana kapitalisme kroni berjalan bersamaan dengan kebijakan BI. Lembaga ini menjadi alat oligarkis untuk mengambil rente ekonomi.
Baca
Museum Marsinah, Monumen Tanpa Keadilan Berbalut Rekonsiliasi
Pembangunan museum Marsinah tanpa mengejar keadilan bagi Marsinah justru menjadi ironi yang menyayat hati. Negara seolah lebih memilih membangun bangunan formal, ketimbang meruntuhkan tembok impunitas.
Baca
Kisah Zhou Qunfei, Anak Desa yang Nyaris Tak Punya Masa Depan
Namanya: Zhou Qunfei, pendiri Lens Technology. Banyak orang di luar China mungkin baru mendengar namanya saat itu. Padahal, setiap kali orang memegang layar mobil pintar modern, kemungkinan besar mereka sedang menyentuh kaca buatan perusahaannya.
Baca
Mewujudkan Negara Agung, dari Mana Memulainya?
Saya jadi ingat Gunung Semeru. Walau tinggi, gunung itu dibentuk oleh pasir. Kenapa lumpur Lapindo tidak memunculkan gunung? Karena lemah, lunglai sehingga setiap kemunculan pemimpin selalu longsor ke bawah.
Baca
Refleksi Harkitnas: Masih Relevankah Nilai Kebangkitan Saat Ini?
Selalu hidup sederhana, berikan lebih dari kecukupan untuk sesama, jangan mengagumi orang kaya yang layak dicurigai hasil kekayaannya dari mencuri, baik dengan cara legal maupun ilegal.
Baca