Minggu, 22 Maret 2026
About Us Term of Use
Fundamental Rupiah Rapuh, Krisis Valuta Semakin Nyata

Fundamental Rupiah Rapuh, Krisis Valuta Semakin Nyata

Sepanjang 2014–2025, cadangan devisa hanya meningkat sekitar US$44,6 miliar. Sebaliknya, utang luar negeri melonjak US$139,6 miliar dalam periode yang sama—lebih dari tiga kali lipat kenaikan cadangan devisa.

Baca
Sungkeman

Sungkeman

Sungkeman dalam bentuk bersimpuh di depan orang tua baru dikenali di era Mataram Islam. Keraton-keraton Islam menjadikan sungkeman sebagai protokol resmi untuk menyatakan kesetiaan Abdi atau bawahan kepada Raja.

Baca
Idulfitri 2026 Beda Hari, Ketum Muhammadiyah Minta Tokoh Islam Jangan Perkeruh Suasana

Idulfitri 2026 Beda Hari, Ketum Muhammadiyah Minta Tokoh Islam Jangan Perkeruh Suasana

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau tokoh agama menahan diri dan tidak memperkeruh perbedaan penetapan Idulfitri 1447 H, agar ukhuwah tetap terjaga. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) ingatkan bahwa mengumumkan awal Ramadan atau Lebaran di luar keputusan pemerintah hukumnya haram, karena berpotensi memecah belah umat.

  Baca
News Contents
Beda Kelas Anwar Ibrahim dan Prabowo dalam Menyikapi Agresi terhadap Iran

Beda Kelas Anwar Ibrahim dan Prabowo dalam Menyikapi Agresi terhadap Iran

Pemimpin Indonesia kehilangan tajinya dan "kalah jantan" jika dibandingkan pemimpin Malaysia dalam menyikapi agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, dan terbaru terhadap Iran. Kini dalam konflik Iran, Malaysia bagaikan harimau dan Indonesia ibarat kucing.

Baca
Luka Mojtaba Khamenei dan Salah Perhitungan Donald Trump

Luka Mojtaba Khamenei dan Salah Perhitungan Donald Trump

Selepas kesyahidan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khemenei, tidak butuh waktu lama bagi Majelis Pakar memilih pemimpin tertinggi yang baru. Kondisinya sedang terluka, baik fisik maupun batin. Pidato resminya menegaskan bahwa Republik Islam Iran tak akan tunduk. Perang bakal lama.

Baca
Ambisi Yayasan Jejak Komedi Indonesia Menunda Amnesia Sejarah Komika Nusantara

Ambisi Yayasan Jejak Komedi Indonesia Menunda Amnesia Sejarah Komika Nusantara

Tak ingin sekadar menjadi gudang digital, Yayasan Jejak Komedi Indonesia berambisi membangun basis data digital seputar humor dari seluruh nusantara dan menjadikannya sebagai bahan bakar proses kreatif para komika dan penulis masa kini.

Baca
Atlet Ungkap Pelecehan Seksual oleh Pelatih, Bukti Belum Ada Ruang Aman di Olahraga

Atlet Ungkap Pelecehan Seksual oleh Pelatih, Bukti Belum Ada Ruang Aman di Olahraga

Kasus dugaan pelecehan dan kekerasan seksual mengguncang dua cabang olahraga, yakni Panjat Tebing dan Kickboxing. Tak hanya rentan menjadi korban, atlet juga kerap tidak mendapatkan dukungan saat bersuara karena adanya relasi kuasa.

Baca
Mengapa Air Keras Kerap Dipakai Sebagai Alat Teror?

Mengapa Air Keras Kerap Dipakai Sebagai Alat Teror?

Akibat disiram air keras, aktivis KontraS Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24% di tubuhnya. Air keras sering digunakan sebagai alat teror karena harganya murah dan mudah didapat. Tujuannya membuat korban jadi cacat.

  Baca
Jurus Negara-Negara Asia Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia

Jurus Negara-Negara Asia Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia

  Baca
Jelang RUPS Saham BBCA Banyak Dipantau, Ada Apa?

Jelang RUPS Saham BBCA Banyak Dipantau, Ada Apa?

  Baca
Hormuz, Selat yang Bakal Menjadi Penentu Arah Ekonomi Dunia

Hormuz, Selat yang Bakal Menjadi Penentu Arah Ekonomi Dunia

  Baca
Mengenang dan Menghargai Entrepreneur Bambang Hartono

Mengenang dan Menghargai Entrepreneur Bambang Hartono

Saat ini ada semacam “dewan syuro” di dalam grup Djarum yang memilih pemimpin secara selektif sehingga menemukan pemimpin bisnis yang bagus dan pintar menjalankan bisnis. Di sinilah bisnis warisan Bambang Hartono dan Budi Hartono terus berjalan dan berkembang.

Baca
Jürgen Habermas: (Jika) Proyek Modernitas Belum Selesai

Jürgen Habermas: (Jika) Proyek Modernitas Belum Selesai

Alih-alih memproklamirkan kematian modernitas, Habermas mendeklarasikan "Proyek Modernitas yang Belum Selesai". Dia merespons dunia yang kian absurd bukan dengan sikap arogan ataupun nihilis, tapi dengan sebuah proyek peradaban baru yang percaya pada harapan dan hikmah manusia.

Baca
Pesan Terakhir Ali Khamenei pada Ali Larijani

Pesan Terakhir Ali Khamenei pada Ali Larijani

Sang Pemimpin berjabat tangan dengannya, berterima kasih atas kepeduliannya. Setelah Larijani pergi, beliau mengumpulkan keluarganya dan menceritakan tentang tawaran itu—sebuah tempat aman di mana mereka bisa pergi hingga perang berakhir.

Baca
Indonesia dan Martabat Budaya di Era Digital: Menjawab Rasisme dengan Peradaban

Indonesia dan Martabat Budaya di Era Digital: Menjawab Rasisme dengan Peradaban

Peristiwa komentar rasis dari sebagian netizen Korea harus menjadi pelajaran bersama. Kemajuan teknologi tidak cukup untuk membangun peradaban. Peradaban dibangun oleh penghormatan terhadap manusia.

Baca
Face to Face