Rabu, 04 Maret 2026
About Us Term of Use
Hymne Darah Juang (2): dari Lokal menuju Nasional

Hymne Darah Juang (2): dari Lokal menuju Nasional

Menjelang Mei 1998, aksi-aksi unjuk rasa terus bergulir. Kiri atau kanan sudah tak jadi soal selagi melawan musuh yang sama: Kediktatoran Orde Baru. Gelombang perlawanan rakyat yang dipelopori para mahasiswa tak terbendung. Himne "Darah Juang" pun berkumandang di mana-mana.

Baca
Hymne Darah Juang (1): dari Fakultas Filsafat menuju Jatuhnya Soeharto

Hymne Darah Juang (1): dari Fakultas Filsafat menuju Jatuhnya Soeharto

Himne "Darah Juang" diciptakan sekitar tahun 1991, dengan “kontribusi” dari beberapa kawan dalam komunitas KM. Misalnya, Budiman Sudjatmiko dalam sebuah wawancara di televisi menyatakan ia ikut menyumbang kata “bunda” dalam lagu tersebut.

Baca
News Contents
Alarm Kebebasan Pers: Indeks Keselamatan Jurnalis Merosot, Swasensor Menjamur

Alarm Kebebasan Pers: Indeks Keselamatan Jurnalis Merosot, Swasensor Menjamur

Meski masih berada dalam label "Agak Terlindungi", penurunan skor sebesar 0,9–1 poin ini mengonfirmasi adanya erosi secara sistematis terhadap ruang gerak jurnalis sebagai pilar demokrasi keempat.

Baca
MA Amerika Serikat Batalkan Tarif Resiprokal Trump, Angin Segar bagi Indonesia

MA Amerika Serikat Batalkan Tarif Resiprokal Trump, Angin Segar bagi Indonesia

Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan kebijakan tarif Donald Trump melanggar konstitusi. Meski begitu, Trump mengabaikan putusan itu dan menetapkan tarif global baru sebesar 10%, batalnya kebijakan tarif resiprokal itu membawa angin segar bagi kepentingan ekonomi Indonesia.

Baca
Buntut Protes Warga, Pemprov DKI Terbitkan Aturan Baru Lapangan Padel

Buntut Protes Warga, Pemprov DKI Terbitkan Aturan Baru Lapangan Padel

Demam olahraga padel berujung keluhan dan protes warga sekitar lapangan padel yang lokasinya berada di permukiman. Pemprov DKI pun mengeluarkan aturan larangan pembangunan lapangan padel baru di zona perumahan dan hanya diperbolehkan di kawasan komersial.

Baca
Selebrasi Gol di Sepakbola, Jadi Ikon Branding Pemain hingga Picu Provokasi

Selebrasi Gol di Sepakbola, Jadi Ikon Branding Pemain hingga Picu Provokasi

Selebrasi berjoget pemain Real Madrid Vinicius Junior usai mencetak gol ke gawang Benfica di leg pertama playoff Liga Champions dipersoalkan karena dianggap memprovokasi. Padahal selebrasi usai mencetak gol selalu dinanti penonton dan jadi bagian hiburan dalam sepakbola.

Baca
Kegagalan Telak Diplomasi Indonesia: Bayar untuk Jadi Pasar Amerika, dan Jadi Satpam di Gaza

Kegagalan Telak Diplomasi Indonesia: Bayar untuk Jadi Pasar Amerika, dan Jadi Satpam di Gaza

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di era Presiden Prabowo Subianto bakal terbebani dua kewajiban baru yang menguntungkan pihak asing: membayar Board of Peace (BoP) untuk jadi centeng di Gaza dan mengimpor produk Amerika Serikat (AS), terutama minyak.

  Baca
Hukum Acara, Acuan Penting Menilai Ada Tidaknya Distorsi Penegakan Hukum

Hukum Acara, Acuan Penting Menilai Ada Tidaknya Distorsi Penegakan Hukum

  Baca
Menunggu BBCA Kembali Berjaya Seperti Kinerja Fundamentalnya

Menunggu BBCA Kembali Berjaya Seperti Kinerja Fundamentalnya

  Baca
Tradisi Meugang, Peran Ulama, dan Dukungan Pusat dalam Pemulihan Bencana Aceh

Tradisi Meugang, Peran Ulama, dan Dukungan Pusat dalam Pemulihan Bencana Aceh

  Baca
Lagu Darah Juang, Konser John Tobing dan Kenangan Nezar Patria

Lagu Darah Juang, Konser John Tobing dan Kenangan Nezar Patria

Beberapa tahun lalu dia bertandang ke rumah saya di Yogya, dan bicaranya agak lambat dan sedikit pelo. “Coy, apakah laguku bisa ditagih royaltinya?”, dia bertanya dengan keluguan yang dalam.

Baca
Khairullah: Terus Berjuang, Tak Ada Kamus Patah Arang

Khairullah: Terus Berjuang, Tak Ada Kamus Patah Arang

Ia buta. Bahasa halusnya tunanetra. Lantaran penyakit glaukoma sejak muda yang idapnya. Saya coba berempati padanya. Untuk ikut merasakannya. Membayangkan saja tak sampai hati. Umpamanya: kini Irul tak tahu perubahan fisik yang perlahan menua.

Baca
Indonesia dan Martabat Budaya di Era Digital: Menjawab Rasisme dengan Peradaban

Indonesia dan Martabat Budaya di Era Digital: Menjawab Rasisme dengan Peradaban

Peristiwa komentar rasis dari sebagian netizen Korea harus menjadi pelajaran bersama. Kemajuan teknologi tidak cukup untuk membangun peradaban. Peradaban dibangun oleh penghormatan terhadap manusia.

Baca
Cara Menghindari Rasa Kesal

Cara Menghindari Rasa Kesal

Bayangkan, setiap pekarangan rumah ada tanaman sayur sayur dan buah. Membayangkan kejadian seperti ini saja sudah membuat hati senang. Apalagi kalau sungguh sungguh terjadi. Namun, baru saja hati sejenak merasa senang, tiba tiba jadi berubah kesal.

Baca
Face to Face