Gus Yahya vs Nasaruddin Umar (3): GP Ansor Jadi Jembatan, PMII Jadi Gelombang
Politik Muktamar NU jauh lebih cair. Hubungan pesantren, keputusan kiai, kepentingan daerah, dan dinamika internal cabang dapat mengubah arah pilihan. Di sinilah Muktamar NU menjadi lebih rumit daripada sekadar hitung-hitungan jumlah cabang.
Baca
Gus Yahya vs Nasaruddin Umar (2): Ke Mana GP Ansor, PMII, dan Para Alumninya?
Latar belakang Prof. Nasaruddin Umar sebagai kader PMII merupakan modal sosial yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Di sisi lain, Gus Yahya juga mempunyai hubungan kuat dengan jaringan GP Ansor.
Baca
Gus Yahya vs Nasaruddin Umar (1): Siapa yang Menguasai Panggung Muktamar NU?
Keputusan resmi muktamar NU memang berada pada struktur wilayah dan cabang. Namun, arah keputusan sering kali dibentuk oleh komunikasi para kader dan alumni Badan Otonom (Banom) yang berada di dalam struktur tersebut.
Baca
Selangkah Lagi, Indonesia Miliki Kawasan Bebas Pajak bagi Expat di Bali
Kawasan ini didesain sebagai ekosistem tertutup: modal masuk dari luar negeri, dikelola di dalam zona, dan dialirkan kembali untuk membiayai proyek luar negeri atau proyek strategis nasional yang ditunjuk secara khusus.
Baca
Pajak E-Commerce: Wujud Kesetaraan Perlakuan Pajak atau Ketidakadilan?
Guna mengakhiri era "suaka pajak informal" ini, pemerintah Indonesia meluncurkan langkah monumental formalisasi pasar digital melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025.
Baca
FIFA Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Kans Indonesia Lolos Membesar
Presiden FIFA Gianni Infantino berdalih langkah ini diambil demi memberikan kesempatan bagi setiap negara di dunia untuk bisa tampil di Piala Dunia. UEFA dan CONCACAF menolak proposal tersebut karena dinilai bisa menurunkan kualitas turnamen.
Baca
Ironi Piala Dunia 2026: FIFA Bergelimang Cuan, Tuan Rumah Justru Tekor
Setelah Cristiano Ronaldo tersingkir, FIFA kini disebut andalkan kebintangan Lionel Messi demi raup pundi-pundi di ajang Piala Dunia 2026 hingga memunculkan narasi Argentina jadi "Anak Emas FIFA".
Baca
Koperasi Merah Putih: Kebangkitan Ekonomi Rakyat atau Sentralisasi Birokrasi?
Melalui konsolidasi modal dan fasilitas penunjang pertanian di bawah atap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), petani dan nelayan kecil diharapkan memiliki daya tawar lebih kuat saat berhadapan dengan pasar yang acap kali dikuasai segelintir perusahaan besar (oligopolistik).
Baca
Museum Marsinah, Monumen Tanpa Keadilan Berbalut Rekonsiliasi
Pembangunan museum Marsinah tanpa mengejar keadilan bagi Marsinah justru menjadi ironi yang menyayat hati. Negara seolah lebih memilih membangun bangunan formal, ketimbang meruntuhkan tembok impunitas.
Baca
Kisah Zhou Qunfei, Anak Desa yang Nyaris Tak Punya Masa Depan
Namanya: Zhou Qunfei, pendiri Lens Technology. Banyak orang di luar China mungkin baru mendengar namanya saat itu. Padahal, setiap kali orang memegang layar mobil pintar modern, kemungkinan besar mereka sedang menyentuh kaca buatan perusahaannya.
Baca
Aku Adalah Rahasia yang Ingin Diketahui
Terdapat sebuah paradoks: untuk mengenal dirinya sendiri manusia perlu dikenali oleh orang lain lebih dahulu.
Baca
Mewujudkan Negara Agung, dari Mana Memulainya?
Saya jadi ingat Gunung Semeru. Walau tinggi, gunung itu dibentuk oleh pasir. Kenapa lumpur Lapindo tidak memunculkan gunung? Karena lemah, lunglai sehingga setiap kemunculan pemimpin selalu longsor ke bawah.
Baca