Menakar Desentralisasi Ekspor-Impor: Danantara Jadi "Super-Sales" dan Pengawal Transparansi?
Kalau pemerintah menuntut pengusaha buat transparan biar enggak ada lagi main kucing-kucingan pajak, maka pemerintah—dalam hal ini Danantara—juga harus berani "telanjang bulat" soal data.
Baca
Prabowonomics, di Antara Sosialisme dan Kapitalisme
Prabowonomics ingin memutar arah pembangunan ekonomi nasional dari ekonomi pasar liberal menuju state capitalism yang menempatkan pemerintah bukan sekedar pengawas, melainkan sebagai pelopor.
Baca
Prabowo Bentuk Badan Monopoli Ekspor, Pengusaha Cemas
Prabowo beralasan kebijakan ini untuk memperkuat ekspor sekaligus menekan praktik curang yang merugikan negara. Kebijakan ini akan dijalankan anak usaha Danantara secara bertahap mulai 1 Juni 2026.
Baca
Atasi Pengelolaan Sampah, DKI Terapkan Pemilahan Sampah dari Rumah
Sampah rumah tangga warga Jakarta kini harus dipilah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Namun, pakar mengingatkan program pemilahan itu tidak akan efektif tanpa perubahan mendasar dalam sistem pengelolaan sampah.
Baca
Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP dan Menguatnya Militerisasi Ruang Sipil
Pembekalan ini jadi bagian dari pelatihan awal penerima beasiswa LPDP sebelum melaksanakan studi. Namun, Pelibatan TNI dalam pembekalan penerima LPDP dinilai sebagai bagian dari remiliterisasi ruang sipil yang justru makin menjauhkan dari cita-cita reformasi TNI.
Baca
Ensiklopedia Sunda: Menjawab Sejarah Sunda yang Hilang
Per hari ini, kita menghadapi problem minimnya referensi tentang sejarah Sunda. Berbeda dengan sejarah tentang Jawa. Padahal, Sunda itu bukan nama kecil dalam sejarah Indonesia. Ia bukan serpihan pinggiran yang baru muncul kemarin sore.
Baca
Sepak Bola Indonesia Makin Dekat dengan Kekuasaan, Klub Profesional Terafiliasi dengan Institusi Negara
Bhayangkara FC, Garudayaksa FC, dan Adhyaksa FC menambah daftar klub institusi yang akan berlaga di Super League musim depan. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sepak bola Indonesia semakin dekat dengan kekuatan negara, politik, dan jaringan kekuasaan di luar lapangan.
Baca
Mengapa & Bagaimana Habibie Mengubah Kurs Rupiah dari 16.800 ke 6.500?
Episentrum krisis dahsyat 1998 justru ada di Jalan Thamrin, yakni Bank Indonesia (BI) di mana kapitalisme kroni berjalan bersamaan dengan kebijakan BI. Lembaga ini menjadi alat oligarkis untuk mengambil rente ekonomi.
Baca
Kisah Zhou Qunfei, Anak Desa yang Nyaris Tak Punya Masa Depan
Namanya: Zhou Qunfei, pendiri Lens Technology. Banyak orang di luar China mungkin baru mendengar namanya saat itu. Padahal, setiap kali orang memegang layar mobil pintar modern, kemungkinan besar mereka sedang menyentuh kaca buatan perusahaannya.
Baca
Ang Zen dan Ikhtiar Harmonisasi Hukum Islam dan Modernitas
Dia mencoba memotret kajian yang terbilang langka dengan membahas tema terkait isu kekerasan (violence) dari perspektif hukum Islam. Riset disertasinya membuktikan bahwa studi-studi terkait isu kekerasan dalam perspektif Islam selama ini tidak cukup lengkap, bahkan cenderung bias.
Baca
Refleksi Harkitnas: Masih Relevankah Nilai Kebangkitan Saat Ini?
Selalu hidup sederhana, berikan lebih dari kecukupan untuk sesama, jangan mengagumi orang kaya yang layak dicurigai hasil kekayaannya dari mencuri, baik dengan cara legal maupun ilegal.
Baca
Membaca dan Menjaga Ketidakwarasan
Dalam bahasa cinta, seniman sama halnya dengan pelaku spiritual karena ruang yang dia huni adalah ruang sunyi namun terang dan maha luas, namun terdapat sekat yang menjadi pembatas dengan takaran terang dan luas bagi kebanyakan orang.
Baca